Berita  

The Power of Emak-emak, Hevearita Sebut Muslimat NU Organisasi Perempuan NU Paling Aktif dan Massif

MUSLIMAT nU semarang

SEMARNEWS.COM | Semarang – Ibu-ibu Nahdlatul Ulama (NU) yang tergabung dalam Muslimat NU Kota Semarang mampu menunjukkan kekuatan perempuan atau yang populer dengan istilah the power of emak-emak.

Alternative Text

Oleh karena itu Wakil Wali Kota Semarang Hj. Hevearita Gunaryati Rahayu mengapresiasi kinerja Muslimat NU dan mengakui bahwa organisasi yang paling aktif dan massif di lingkungan badan otonom (Banom) perempuan NU Kota Semarang

“Kegiatan orgamisasi perempuan NU yang paling aktif dan massif adalah Muslimat NU,” kata Ita, sapaan akrabnya, Kamis (24/2/2022) pagi.

Selanjutnya, ia melanjutkan membaca sambutan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dalam pelantikan Pimpinan Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kota Semarang masa khidmah 2022-2026 di halaman TK Tarbiyatul Athfal 01 Tlogosari Pedurungan Semarang, Jawa Tengah.

Dia lantas menyebut beberapa kegiatan Muslimat NU Kota Semarang dari pengajian, pelatihan, perekonomian dan sosial, “Apa yang sudah dicapai layak kita dukung,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, dirinya juga menyebut organisasi perempuan Muhammadiyah dan beberapa organisasi perempuan lintas agama yang hadir dalam kesempatan tersebut. Lantas dia sampaikan keberhasilan gerakan wirausaha Muslimat NU Kota Semarang yang berhasil mengikuti kegiatan pameran UMKM.

Oleh karena itu dia berharap Muslimat NU Kota Semarang bisa menggelar kegiatan serupa pada bulan Ramadhan atau Idul Fitri jika tidak ada kebijakan terkait lonjakan Covid, “Kita gantian nanti lebaran (jika tidak ada halangan) bisa kita adakan,” ucapnya.

Dengan persatuan tersebut, dia berharap perempuan dari berbagai organisasi lintas agama yang ada di Kota Semarang tetap solid berkarya bersama, “Perempuan hebat dari lintas agama ini bisa guyub membangun Kota Semarang,” harapnya.

Dalam kesempatan itu, Ita juga mengapresiasi peran Muslimat NU yang menyukseskan program Keluarga Berencana (KB) dan pencegahan balita stunting di kota Semarang, “Kami juga matur nuwun, ibu-ibu sudah menangani KB dan Stunting,” tuturnya.
Menurut dia, dengan adanya perhatian terhadap balita stunting adalah wujud perhatian menyelamatkan generasi penerus bangsa menuju Indonesia emas, “Mari kita persiapkan menuju generasi emas, anak-anak kita, cucu-cucu kita menjadi generasi yang lebih bermanfaat,” harapnya.

Sementara Ketua Muslimat NU Kota Semarang, Hj. Muslimatin Djatmiko berharap pengurus yang dia pimpin terus berkiprah dalam meningkatkan peran perempuan di Kota Semarang, “Para pengurus yang baru dilantik saya harap terus meningkatkan peran perempuan di Kota Semarang,” kata Muslimatin.

Muslimatin pun menyampaikan terima kasih atas bimbingan Ketua Muslimat NU Jawa Tengah, Prof. Dr. Hj. Ismawati yang telaten membina pengurus dan kader Muslimat NU Kota Semarang, “Beliau luar biasa, selalu menyemangati dan mengajar kita untuk terus maju,” ujarnya.

Muslimatin juga mengapresiasi Wakil Wali Kota Semarang, Hj Hevearita Gunaryati Rahayu yang pada periode ini menjadi anggota Dewan Pakar Muslimat NU Kota Semarang yang mendukung kegiatan Muslimat NU Kota Semarang di banyak hal.

“Kita tidak pernah minta tapi sering diajak, seperti program pencegahan stunting, sosialisasi protokol kesehatan, dan vaksin, terima kasih ibu (Hevearita) telah memberikan kepercayaan kepada Muslimat NU Kota Semarang,” tuturnya.

Ketua Muslimat NU Jateng, Prof. Dr. Hj. Ismawati Hafidz mengatakan pada bulan ini bertepatan dengan Harlah 76 Muslimat NU yang di kabupaten/kota difokuskan dengan baksos KB. Dia pun meminta pengurus yang ada di tingkat ranting untuk memperhatikan persoalan stunting.

“Akseslah dan laksanakan! Jawa Tengah ini kebanyakan warganya NU, jika pemerintah memperhatikan perempuan berarti juga memperhatikan Muslimat NU,” tegasnya.

Dirinya juga menyoroti persoalan KDRT dan perekonomian yang berujung perceraian yanh marak di masyarakat, “Dalam kondisi suami terpuruk, suami harus dibantu, jangan disio-sio. Kadang rejeki lewat istri kadang rejeki lewat suami,” pesannya.

Oleh sebab itu dia mengajak semua kader Muslimat NU untuk menjaga keharmonisan keluarga, “Kalau ada uang abang disayang, kalau tidak ada uang abang ditendang. Jangan sekali-kali ini terjadi pada keluarga Muslimat Nahdlatul Ulama,” harapnya. (HQ)

Keterangan foto:

  1. Wakil Wali Kota Semarang, Hj. Hevearita G Rahayu saat memberikan sambutan dalam pelantikan PC Muslimat NU Kota Semarang di halaman TK Tarbiyatul Athfal 01, Tlpgosari, Pedurungan, Kota Semarang (HQ)
  2. Wakil Wali Kota Semarang Hj. Hevearita Gunaryati Rahayu, Ketua PCNU Kota Semarang KH Anasom berfoto bersama pengurus PC Muslimat NU Kota Semarang seusai pelantikan (HQ)
Alternative Text
Alternative Text

Tinggalkan Balasan