Berita  

Jaringan Alumni Muda Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Walisongo dukungan Prof. Dr. Noor Achmad sebagai calon Ketua Umum Keluarga Alumni Walisongo.

Jaringan Alumni Muda (JAM) Fakultas Ushuluddin dan Humaniora

Semarang (16/12/2021)- Jaringan Alumni Muda (JAM) Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUHUM) UIN Walisongo menyatakan dukungan kepada Prof. Dr. Noor Achmad sebagai calon Ketua Umum Keluarga Alumni (KALAM) Walisongo. Sebagaimana diinformasikan sebelumnya, pada tanggal 18 Desember 2021 KALAM Walisongo akan menyelenggarakan Kongres ke-II di Kampus UIN Walisongo, Ngaliyan Semarang. Kongres KALAM Walisongo merupakan forum tertinggi organisasi yang akan melakukan evaluasi dan suksesi kepemimpinan KALAM Walisongo selanjutnya.


Zainal Abidin, koordinator JAM FUHUM, menjelaskan bahwa Prof. Noor Achmad layak menjadi ketua organisasi alumni UIN Walisongo yang merupakan salah satu kampus Islam negeri terbesar di Indonesia. Zainal menjelaskan bahwa sosok Ketua BAZNAS RI tersebut merupakan figur yang tepat untuk memimpin KALAM Walisongo. Dengan pengalaman yang panjang di banyak organisasi tingkat nasional, Prof. Noor Achmad merupakan simbol bagi alumni UIN Walisongo yang sukses dalam banyak bidang politik, pendidikan, dan sosial keagamaan. Lainnya, ia melihat bahwa KALAM Walisongo merupakan wadah strategis untuk melakukan diaspora alumni IAIN/UIN Walisongo. Hal ini merupakan unsur penting dari sebuah perguruan tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat.

Alternative Text


“Prof. Noor Achmad adalah salah satu alumni dengan segudang prestasi, dan sekarang menjadi pimpinan lembaga pemerintah non-struktural. Di bidang akademik, beliau pernah memimpin Universitas Wahid Hasyim Semarang. Sementara di bidang sosial keagamaan, beliau menjabat sebagai ketua DPP Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) dan salah satu ketua MUI Pusat. Singkatnya, Prof. Noor Achmad merupakan paket komplit untuk memimpin KALM Walisongo.” Ungkap Zainal


Di akhir, Zainal menambahkan bahwa hari ini kontribusi KALAM Walisongo cencerung tenggelam, jarang muncul ke publik. Hal ini tentu menjadi keprihatinan bagi kita alumni IAIN/UIN Walisongo. Lainnya, Zainal juga menghimbau bahwa Kongres ke- II KALAM Walisongo dapat menjadi hajat demokrasi bagi civitas akademika UIN Walisongo (red).

Alternative Text
Alternative Text

Tinggalkan Balasan