Media Jendela Dunia – Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini

Bulan Kemanusiaan PMI Kota Semarang 2023 Fokus Tekan Kenakalan Anak dan Remaja

logo pmi

Semarang | duta.co – Bulan Kemanusiaan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang tahun 2023 fokus untuk menekan kenalakan anak dan remaja, utamanya pada kasus bullying. Bulan kemanusiaan merupakan inovasi PMI Kota Semarang melaksanakan Bulan Dana PMI yang tahun ini diketuai oleh Kapolrestbes Semarang

“Sejak tahun 2022 kemarin, PMI Kota Semarang membuat konsep kegiatan Bulan Dana menjadi Bulan Kemanusiaan. Bulan kemanusiaan yang merupakan inovasi baru bulan dana yang sebelumnya diadakan,” kata Ketua PMI Kota Semarang, Awal Prasetyo.

Dokter yang masih aktif sebagai dosen Fakultas Kedokteran ini menyampaikan hal itu seusai pembukaan Bulan Kemanusiaan, Jumbara PMR dan Temu Karya PMI Kota Semarang di Bumi Perkemahan Hardawalika, Kelurahan Jatirejo, Gunungpati, Kota Semarang, Senin (3/7/2023) sore.

Lebih jauh ia menerangkan, kegiatan bulan kemanusiaan secara tematik dan dikemas dengan berbagai kegiatan. Juga tidak target khusus terkait jumlah nominal yang dihasilkan sebab target utamanya untuk menggencarkan isu-isu kemanusiaan.

“Khusus untuk tahun ini, kita memberikan perhatian khusus pada kemanusiaan bagi anak dan remaja. Oleh karena kita tahu bahwa di permukaan gunung es kekerasan pada anak yang dilakukan oleh anak dan remaja,” sambungnya.

Ia menilai, dewasa ini persoalan bullying dan perilaku negatif cenderung meningkat. Bahkan, ibarat gunung es yang hanya nampak pada permukaan.

“Dan di Indonesia ini menunjukkan skala yang memprihatikan. Oleh karena itu PMI Kota Semarang mengajak kita semuanya untuk tidak abai terhadap kecenderungan peningkatan perubahan sikap dan insting kemanusiaan pada diri anak dan remaja,” ujarnya.

“Dengan demikian, seluruh stakeholder terkait dengan dinamika di Pemerintah Kota Semarang akan bahu membahu mengingat kembali dan memberi perenungan serta mewujudkan kegiatan-kegiatan anak yang mendukung perhatian anak terhadap kemanusiaan,” paparnya.

Ia berharap agar semua pihak mengarahkan aktivitas pada hal positif dan satu sama lain saling mendukung.

“Anak-anak tidak melakukan bullying terhadap teman-temannya, tidak melakukan tindakan tidak terpuji, tetapi mengabarkan semua kabar baik, kebaikan-kebaikan temannya dan saling mendukung untuk kehidupan mereka kelak,” tuturnya.

Senada, Kepala Dinas DMPTSP, Widoyono mewakili Walikota Semarang juga menyoroti pentingnya menata perilaku anak. Ia bahkan mengingatkan kasus bullying pelajar SMP di Semarang yang sempat viral beberapa waktu lalu.

“Mari kita hentikan bullying dan hal-hal distruktif. Bullying ini harus ditekan dan dihentikan, baik bullying yang sifatnya fisik maupun psikis,” ajaknya.

“Dulu sempat viral ada kasus bullying anak sekolah yang mencoreng nama Kota Semarang, saya minta stop bullying,” tandasnya.

Ia juga mengapresiasi kegiatan Jumbara PMR dan Temu Karya PMI Kota Semarang 2023 yang pada tahun sebelumnya tidak bisa digelar lantaran pandemi Covid-19.

“Pemerintah menyampaikan apresiasi kepada PMI Kota Semarang, juga dinas pendidikan. Mengelola orang sebanyak ini dalam sebuah kegiatan itu tidak mudah,” ucapnya.

Sementara, kepala Markas PMI Kota Semarang, Mugiyanto mewakili seluruh panitia mengungkapkan, Jumbara dan Temu Karya merupakan ajang untuk mengembangkan kecakapan hidup sebagai kader bangsa.

Pada tahun ini, kegiatan tersebut diikuti oleh Relawan PMI yang terdiri dari 160 anak untuk tingkat PMR Mula, 230 anak PMR Madya, 250 PMR Wira, 150 KSR (Korps Sukarela), dan 158 Pembina/pendamping PMR, serta relawan PMI pada umumnya. (Rif)

Keterangan foto: Ketua PMI Kota Semarang, Awal Prasetyo bersama jajaran forkompinda Kota Semarang menekan bel tanda pembukaan Bulan Kemanusiaan PMI Kota Semarang tahun 2023 di bumi perkemahan Hardawalika, Gunungpati, Kota Semarang. (Rif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *